Halaman

Selasa, 05 Februari 2013

Battle Of Karánsebes


Mungkin tidak ada tempat lain bagi perang Austria-Turki yang berlangsung pada tahun 1787-1791 selain di catatan buku sejarah jika pertempuran Karansebes tidak terjadi. Austria yang sekarang penting untuk diketahui, masih merupakan Kerajaan Austria sebelum kompromisasi Austria-Hungaria pd tahun 1866.

Di Karánsebes, Tentara Austria yang berjumlah 100.000 orang lebih baru saja datang dan sedang sibuk mendirikan perkemahan di kota tersebut. Ya sebagai rutinitas biasa segelintir kavaleri Hussar mulai menjalar keluar kota untuk berpatroli, mengantisipasi kedatangan pasukan Turki. Pasukan Turki rupanya belum ada setelah pengintaian telah dilakukan. Segelintir Hussar itu malah menemukan penjual bangsa Gipsi. Penjual Gipsi tersebut menawarkan minuman keras (schnapps) ke kavaleri Hussar yang telah lelah mengintai seharian. Tentunya langsung dibeli. Setelah membeli minuman keras itu, mulailah para Hussar Austria minum-minum hingga teler dan mabok. Tidak lama, beberapa orang prajurit Austria datang. Melihat pesta miras yang sedang berlangsung, mereka meminta bagian juga. Namun para Hussar yang mabuk menolak untuk memberikan minuman mereka ke para prajurit itu. Mereka malah membuat barikade seadanya. setelah para Hussar ini membuat barikade di sekeliling tong minuman mereka, situasi cepat berubah menjadi keruh. Terjadi perdebatan dan cekcok mulut diantara prajurit-prajurit biasa dan para Hussar. Dalam keributan salah satu prajurit menembak. Setelah penembakan situasi sudah tidak terkontrol lagi. Para prajurit dan Hussar saling menyerang satu sama lain. Terjadi semacam skirmish.

Ditengah-tengah pertempuran kecil itu, salah satu prajurit Austria yang berkebangsaan Romania malah berteriak "Turcii! Turci!!" (Turki2!!) Para Hussar yang dari tadi sudah mabok, lalu berperang dengan prajurit Austria sendiri, langsung kabur gara-gara mendengar teriakan itu. Prajurit-prajurit Austria sendiri juga malah ikutan kabur begitu melihat para Hussar kabur. Mereka kabur ke arah perkemahan di Karánsebes. Penting juga disini masalah bahasa. Kerajaan Austria pada satu sisi mirip dengan negara kita yang terdiri dari berbagai suku bangsa. Ada prajurit Slovakia, Kroasia, Serbia. Ada prajurit dari Jerman Austria. Ada juga yang dari Italia dsb. Mereka tidak mengerti satu sm lain. Kerajaan Austria sama sekali tidak mempunyai bahasa nasional seperti kita di Indonesia. Dalam kekacauan sangat mudah terjadi kesalahpahaman. Di Karánsebes perwira-perwira berusaha meredakan situasi. Tetapi mereka berteriak dgn menggunakan Bahasa Jerman yang tidak dimengerti smua.

Bayangkan kata-kata perintah, "Halt! Halt! Halt!" yang diteriakan perwira Austria itu malah didengar oleh prajurit yg tidak mengerti jadi terdengar seperti, "Allah! Allah!" Ini berarti menurut sepengetahuan mereka, pasukan Turki telah tiba2 berada di perkemahan. Terjadi pelarian masalah setelah itu. Kavaleri Hussar yang sedang berlari menubruk dengan prajurit biasa dan mengacaukan perkemahan. Ini harus saya bilang terjadi di malam hari, yang tidak menolong situasi juga. Seorang komandan korps sampai-sampai mengira bahwa kavaleri Ottoman sudah melakukan Charge dan memerintahkan artilleri untuk menembak. Penghuni perkemahan yang terbangun gara2 suara pertempuran juga ikutan panik. Mereka mengira pasukan Ottoman sudah dimana-mana. Mereka mengambil musket dan pistol yang ada lalu menembak sembarang ke setiap bayangan yang lewat atau terlihat. Semua juga mengikuti. Terjadi pertempuran sengit di kekacuan itu. Pasukan Austria menembak Pasukan Austria sendiri satu sama lain. Semua pasukan ikut terjun. Setelah beberapa saat tentara Austria akhirnya mundur sendiri, mengira telah dikalahkan dan di ambush oleh pasukan Ottoman. Kaisar Josef II yang merupakan komandan paling tinggi sekaligus raja Austria didorong dari kudanya sampai nyungsep ke sebuah anak sungai. Pertempuran berakhir setelah semua pasukan Austria mundur atau kabur dari tkp. Pasukan Austria telah kalah melawan dirinya sendiri.

Ketika dua hari kemudian pasukan Ottoman yang beneran datang, mereka melihat 10.000 prajurit tewas atau terluka di lapangan. Kebetulan atau tidak, setelah perang berakhir, dan traktat perdamaian ditandatangani, Austria tidak pernah lagi berperang melawan Ottoman. Gesekan diplomatis mungkin masih terjadi, tapi perang terbuka diantara Austria-Ottoman sudah tidak pernah terjadi lagi.
Baca Selengkapnya >>

Kamis, 03 Januari 2013

Jagdgeschwader Richtofen


Jagdgeschwader Richtofen adalah fighter wing pertama di dunia hadir sebagai gabungan 4 skadron karena kegagalan membangun air superiority di PD I. Jagdgeschwader yang pertama terbentuk bernama JG1, terdiri dari gabungan skadron 4, 6, 10, dan 11, dipimpin oleh Manfred von Richtofen. Manfred von Richtofen memiliki keunikan menggunakan pangkat Rittmeister (Kapten Kavaleri) bukan Hauptmann karena berasal dr Resimen Uhlan 1. Richtofen sendiri baru masuk angkatan udara pada Mei 1915, dan setelah memimpin Jasta (Skadron Pemburu) 11, mengantongi kredit 38 kills.

JG1 Richtofen disebut "Flying Circus" karena dicat unik per skuadron. Merah(Jasta 11), kuning(Jasta 10), hitam-putih kotak2 (Jasta 4 dan 6). korban pertama JG1 Richtofen adalah balon observasi,sasaran tersebut terbilang sulit karena dilindungi meriam AAA, biasanya untuk jatuhkan 1 balon memakan korban 1 pesawat. penggunaan Albatros DV pada JG1 membawa masalah pada sayap bawah, tidak bisa membuatnya menukik terlalu tajam. Sebuah kerugian bagi Richtofen.

Berbekal Albatros DIII, DV,& Pfalz DIII, keempat Jasta JG1 Richtofen mengharu biru langit eropa barat mulai Juli 1917, biarpun banyak masalah. JG1 Richtofen pada akhir Juli 1917 mendapat nama tenar Werner Voss memimpin Jasta 10 diyakini lebih hebat ketimbang Red Baron itu sendiri. Richtofen mendapat kesempatan mencoba prototipe Fokker Dr I pada 1 september 1917 dan mencatatkan kills ke-60-nya.

Sialnya, prototipe Dr I itu merenggut nyawa Kurt Wolff, komandan Jasta 11 Richtofen yang menggunakan pesawat itu pada 15 September 1917. keistimewaan dimiliki oleh Werner Voss, komandan Jasta 10 ini mendapat prototipe Dr I khusus untuk dirinya sendiri, dan diwarnai biru silver. lagi-lagi, JG1 Richtofen kehilangan pilot terbaik mereka. Kali ini Werner Voss tewas pada 23 Sept 1917 setelah duel melawan 7 S.E.5a RFC. JG1 Richtofen akhirnya melaksanakan tugas yang direncanakan waktu pembentukannya sebagai pemadam kebakaran setelah tank inggris menjebol cambrai. hanya dalam 48jam setelah serangan tank inggris, JG1 Richtofen beraksi, dan minggu awal Desember 1917, Battle of Cambrai berakhir.

Setelah melalui awal 1918 yang sepi, pada 21 Maret JG1 Richtofen mendukung serangan pasukan Jerman ke Somme, dalam cuaca buruk & miskin kills. Cuaca buruk menghalangi pergerakan JG1 sampai minggu ketiga April 1918. setelah kills ke 80nya, Richtofen dikabarkan tertembak jatuh!. terjebak oleh tembakan meriam dari darat, Richtofen yang tidak sadarkan diri jatuh menabrak tembok & dimakamkan dengan kehormatan militer penuh.

Surat wasiat Richtofen dibuka, dia telah menunjuk Reinhard dari Jasta 6 utk menggantikan dirinya seandainya dia tewas, dan dipatuhi. Richtofen tewas pada puncak kemasyhuran JG1, sehingga pada akhir Mei 1918 JG1 mendapat nama kehormatan Jagdgeschwader Frhr von Richtofen Nr 1. Komandan baru JG1 Richtofen , Wilhelm Reinhard, tewas sewaktu mengujicoba prototipe Dornier D-I setelah sebelumnya sukses dicoba Hermann Goring. Hermann Goring menjadi komandan JG1 Richtofen terakhir dan menunjukkan ketegasan bahwa tidak ada lagi operasi free-for-all unttk semua pilot. (* free-for-all atau freie jagd adalah perburuan pesawat musuh secara bebas tanpa harus melaporkan posisi mereka kepada komandannya.)

Di tengah2 aksi tentara Sekutu di Marne, pada 25 Juli 1918, adik kandung red baron, lothar von Richtofen mencatatkan kills ke-500 bagi JG1. gempuran Sekutu memaksa JG1 Richtofen makin mundur dalam hitungan jam, dan pada 6 November 1918, JG1 bertempur terakhir kalinya. Goring yg menolak menyerahkan pesawat2 JG1 Richtofen ke tangan amerika, malah terlibat 'perang' dengan sesama Jerman di Darmstadt. Kaum revolusioner Jerman mengancam akan membakar semua pesawat Goring, setelah diancam balik akan diserang, pesawat-pesawat itu dilepaskan. Goring dkk akhirnya "menyerahkan" semua pesawat JG1 Richtofen ke tangan Prancis dengan crash landed dan sisanya hanyalah tinggal kepingan!. inilah akhir dari Jagdgeschwader Frhr von Richtofen Nr 1, dalam 17 bulan hidupnya mencatat 644 kills dgn 56 pilot tewas dan 52 lain luka2.
Baca Selengkapnya >>

Sabtu, 29 Desember 2012

2013 Menanti Pesawat Kepresidenan RI

Setelah berpuluh-puluh tahun menyewa pesawat dari sebuah maskapai nasional, tahun depan Indonesia akhirnya resmi memiliki pesawat kepresidenan. Penuh pro kontra. Pihak pengkritik menilai pembelian pesawat bukan prioritas saat ini dan pemborosan. Yang pro, melihatnya sebagai hal wajar demi efisiensi.


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri secara khusus menyampaikan alasan kenapa pemerintah harus membeli pesawat kepresidenan. Kata dia, semata-mata demi efisiensi anggaran karena mahalnya biaya sewa pesawat kepresidenan. 

"Mensesneg sudah menjelaskan bahwa pesawat kepresidenan dengan menyewa dari Garuda ongkosnya lebih mahal. Untuk kepentingan efesiensi, kami akan menggunakan pesawat sendiri," ujar SBY dalam acara jumpa pers di Istana Negara pada 13 Februari 2012.

Pembelian pesawat kepresidenan itu juga telah disetujui, baik oleh pemerintah maupun Dewan Perwakilan Rakyat dan telah dikonsultasikan dengan ahli pesawat. "Saya bukan ahlinya. Akan dibicarakan berapa besar, pengadaan trasportasi," kata SBY.  Satu hal yang sangat ditekankan Presiden, pesawat ini tidak hanya akan digunakannya, tapi juga presiden-presiden RI di masa mendatang.

Pembelian "Air Force One" yang sebetulnya sudah direncanakan sejak 2010 itu pun terealisasi awal tahun ini.

Untuk membeli pesawat ini Sekretariat Negara membentuk tim yang bertugas menyusun spesifikasi teknis beserta anggarannya sesuai standar pengamanan VVIP. Tim terdiri atas unsur Sekretariat Negara, Sekretaris Militer Presiden, Mabes TNI AU dan Paspampres, serta PT Garuda Indonesia. Pesawat kemudian dibeli dengan harga US$91,2 juta atau sekitar Rp820 miliar. RinciannyaUS$58,6 juta untuk badan pesawat, US$27 juta untuk interior kabin, US$4,5 juta untuk sistem keamanan, dan US$1,1 juta untuk biaya administrasi.

Tak sembarang pesawat dipilih untuk mengangkut orang nomor satu di tanah air ini. Dengan uang sekitar Rp 820 miliar dipilihkan  Boeing Business Jet 2 Green Aircraft. Mengapa Boeing?

Sekretaris Kantor Sekretariat Negara, Lambock V Nahattands saat itu mengatakan, Boeing dipilih karena jenis pesawat ini menguntungkan ditinjau dari operasional dan perawatan. Dari segi operasional, pemerintah menganggap para pilot di dalam negeri, termasuk pilot TNI AU, lebih siap dan mengenal pesawat jenis Boeing. Sementara dari segi perawatan, lebih banyak dan siap serta memiliki kapabilitas yang memadai dibanding untuk perawatan pesawat merek lain. "Pesawat Boeing telah banyak digunakan untuk penerbangan VVIP negara-negara di dunia," katanya.

Selain itu, kriteria dan spesifikasi pesawat kepresidenan yang dibuat pemerintah adalah mampu terbang jauh sekitar 10-12 jam, mampu mendarat di bandara kecil, memuat kapasitas rombongan presiden yang berjumlah sekitar 70 orang. Kriteria lain memiliki peralatan navigasi, komunikasi, cabin insulation dan inflight entertainment yang khusus. Itulah kenapa pemerintah memilih Boeing.

Spesifikasi "Air Force One" Indonesia

Dikutip dari Boeing.com, pesawat BBJ2 ini didisain untuk keperluan VIP. Yakni didisain dengan konfigurasi mewah dengan keberadaan kamar tidur utama, toilet yang dilengkapi dengan shower, ruang konferensi, ruang makan, dan ruang tamu.

Boeing BBJ2 ini memiliki panjang sekitar 39,5 meter, panjang sayap 35,8 meter, tinggi ekor 12,5 meter dan memiliki diameter 3,73 meter. Untuk interiornya, BBJ2 ini memiliki panjang 29,97 meter, dengan tinggi 2,16 meter dan lebar 3,53 meter.


Dengan daya tampung 39.539 liter bahan bakar, pesawat ini dapat terbang maksimal sejauh 10.334 kilometer. Namun jika pesawat berisi maksimal 50 orang, maka jarak tempuhnya mencapai 8.630 kilometer. Jarak tempuh itu bisa dilalui dengan kecepatan maksimal 871 kilometer per jam.

Pabrik Boeing juga memasang enam tangki bahan bakar ke badan pesawat agar pesawat itu bisa terbang nonstop selama 10-12 jam. Seperti apa tampang "Air Force One" Indonesia ini? Tunggu kehadirannya di tanah air Agustus 2013 nanti.

Sumber : VivaNews


Baca Selengkapnya >>

Kamis, 27 Desember 2012

27 Desember 1949: Pengakuan Kedaulatan Indonesia Oleh Belanda

Pada hari ini, 63 tahun yang lampau tepatnya pada tanggal 27 desember 1949 terjadi peristiwa yang sangat monumental dalam perjalanan kenegaraan di negeri ini. Pada tanggal itu terjadi upacara pengakuan kedaulatan (soevereiniteitsoverdracht) di dua tempat yang berbeda yaitu di di istana Op de Dam, Amsterdam, Belanda yang dilakukan oleh Ratu Belanda Juliana kepada Perdana Menteri Republik Indonesia Serikat (RIS) yaitu Mohammad Hatta dan di Jakarta yaitu di Istana Rijswijk (Istana Merdeka) dimana wakil Mahkota Agung Belanda Tony Lovink  kepada Sri Sultan Hamengkubuwono IX.  

Republik Indonesia Serikat, disingkat RIS, adalah suatu negara federasi yang berdiri 27 Desember 1949 sebagai hasil kesepakatan tiga pihak dalam Konferensi Meja Bundar : Republik Indonesia, Bijeenkomst voor Federaal Overleg ( BFO ) dan Belanda. Kesepakatan ini disaksikan juga oleh United Nations Commision for Indonesia ( UNCI ) sebagai perwakilan Perserikatan Bangsa - Bangsa ( PBB ). 



Republik Indonesia Serikat terdiri beberapa negara bagian, yaitu:

1. Republik Indonesia yang dipimpin oleh Mr. Susanto Tirtoprojo
2. Negara Indonesia Timur yang terbentang dari wilayah Sulawesi, Sunda Kecil ( Bali dan Nusa  Tenggara ) dan Kepulauan Maluku     dengan Ibu Kotanya Singaraja, dipimpin oleh Ida Anak Agoeng Gde Agoeng.
3. Negara Pasundan yang wilayahnya meliputi Sebagian Pulau Jawa sebelah Barat atau yang lebih dikenal sebagai Jawa Barat     dengan ibukotanya Bandung, dipimpin oleh Mr. Djumhana Wiriatmadja.
4. Negara Jawa Timur dengan wilayahnya adalah Pulau Jawa Bagian Timur, dengan ibukotanya Surabaya, dengan pimpinan Raden     Soedarmo.
5. Negara Madura dengan wilayahnya mencakup kepulauan Madura, dipimpin oleh R.A.A. Tjakraningrat.
6. Negara Sumatera Timur yang dipimpin oleh Radja Kaliamsyah Sinaga.
7. Negara Sumatera Selatan yang dipimpin oleh Abdul Malik.
Selain itu, juga ada negara-negara yang berdiri sendiri dan tak tergabung dalam federasi, yaitu:

1. Jawa Tengah dipimpin oleh DR. RV Sidjito
2. Kalimantan Barat pimpinannya adalah Sultan Hamid II
3. Dayak Besar dipimpin oleh Muhran Bin HajiAli
4. Daerah Banjar dipimpin oleh Muhammad Hanafiah
5. Kalimantan Tenggara dipimpin oleh M. Jamani
6. Kalimantan Timur dipimpin oleh A.P Sosronegoro
7. Bangka dengan pimpinan Muhammad Jusuf Rasidi
8. Belitung dipimpin oleh K.A. Muhammad Jusuf
9. Riau dipimpin oleh Radja Mohammad

Namun usia Negara Republik Indonesia Serikat tidak panjang karena pada 17 Agustus 1950, Negara Republik Indonesia Serikat dibubarkan. Republik Indonesia Serikat memiliki konstitusi yaitu Konstitusi RIS. Piagam Konstitusi RIS ditandatangani oleh para Pimpinan Negara/Daerah dari 16 Negara/Daerah Bagian RIS.


Proklamasi 17 agustus 1945 yang ditanda tangani oleh Bung Karno dan Bung Hatta ternyata tidak serta merta membuat Belanda mengakui kemerdekaan dan kedaualatan negara Republik Indonesia yang merupakan bekas jajahannya sebagai negara baru dan berdaulat. Belanda menilai Proklamasi 17 agustus 1945 itu sebagai perbuatan makar dan mesti dibasmi sehingga mereka melakukan tindakan pendudukan Republik Indonesia dengan membonceng tentara sekutu. Ketika taktik seperti ini tidak berhasil maka pihak Belanda pada tahun 1947 dan 1948 melakukan Agresi Militer terhadap Republik Indonesia. Belanda menganggap penyerangan ini bukanlah suatu Agresi, akan tetapi merupakan aksi polisionil pemerintah yang sah terhadap para pemberontak dan ekstrimis karena mereka tidak pernah mengakui proklamasi 17 agustus 1945.

Agresi militer Belanda inilah yang membuat rakyat Indonesia bahu-membahu mengangkat senjata baik itu Tentara Nasional Indonesia (TNI), Laskar rakyat, pemuda sampai tokoh agama dalam melawan Belanda dan mempertahankan kemerdekaan. Karena perjuangan bersenjata yang sangat dahsyat tersebut dan tekanan dunia internasional, maka pihak Belanda mulai menerima cara diplomasi dengan mengadakan perjanjian mulai dari perjanjian Linggar Jati, Perjanjian Renville sampai Rom Royen. Perjanjian-perjanjian yang dilakukan pihak Republik Indonesia dengan Belanda ini ternyata banyak merugikan pihak Indonesia dan hendak dimanfaatkan oleh Belanda untuk memperkuat kembali penjajahannya di nusantara. Namun ternyata sejarah berbicara lain, semuanya bisa berbalik ketika diadakan Konferensi Meja Bundar yang diadakan dinegeri Belanda sendiri.

Konferensi Meja Bundar (KMB) adalah suatu konferensi puncak anatar pemerintah Republik Indonesia dan Kerajaan Belanda untuk membicarakan nasib Republik Indonesia yang baru lahir. Delegasi Republik Indonesia dipimpin oleh Perdana Menteri Mohammad Hatta, sedangkan Belanda dipimp[in oleh Perdana Menteri Willem Dress. Namun apa yang terjadi, ternyata hasil KMB yang dimulai pada tanggal 23 Agustus- 2 Nopember ini sangat menguntungkan Republik Indonesia dimana pihak Belanda mengakui kedaulatan  Republik Indonesia kecuali Irian Barat.Puncak dari kemenangan diplomasi ini dirayakan suka cita oleh seluruh rakat Indonesia dan kembalinya TNI maupun laskar-laskar perjuangan dari gunung-gunung ke kota-kota seperti yang dilakukan Jendral Sudirman ketika kembali ke Yogya.

Oleh karena itu tanggal 27 desember merupakan hari kemenangan diplomasi Republik Indonesia dan Pembebasan penderitaan rakyat Indonesia dari ancaman perang dan penjajahan Belanda yang membuat rakyat indonesia bersuka cita melupakan kesedihan dan penderitaan selama masa perang dan revolusi selama bertahun-tahun. 


Baca Selengkapnya >>

Rabu, 26 Desember 2012

The Nine Unknown Men

The Nine Unknown Men, Perkumpulan rahasia tertua di dunia

Setiap orang yang mengikuti perkembangan dunia konspirasi dan perkumpulan rahasia pasti mengenal Freemason, perkumpulan rahasia yang dianggap terbesar dan paling berkuasa di dunia. Soal terbesar di dunia memang benar, tapi soal paling berkuasa di dunia, tunggu dulu. Di tulisan ini, akan diceritakan mengenai perkumpulan rahasia yang akan membuat Freemasonry dan New World Ordernya terlihat seperti sekumpulan bocah playgroup. Yang dimaksud adalah perkumpulan "The Nine Unknown Men" atau "Sembilan Pria Tak Dikenal."

Di kalangan para penganut teori konspirasi, The Nine Unknown Men disebut sebagai perkumpulan rahasia tertua dan paling berkuasa di dunia. Perkumpulan ini pertama kali didirikan oleh raja Asoka dari India yang legendaris (273 SM). Ini berarti usia perkumpulan ini sudah lebih dari 2.000 tahun.

Tidak ada yang mengetahui dengan pasti apakah perkumpulan rahasia ini benar-benar ada atau tidak. Karena itu, status keberadaannya sama dengan status cenderung mitos. Walaupun begitu, beberapa organisasi penganut ajaran esoterik seperti teosofi percaya bahwa perkumpulan ini benar-benar ada dan bekerja secara diam-diam untuk menyelamatkan umat manusia. Konon, saking hebatnya perkumpulan ini, kita mungkin bisa menyebut mereka dengan sebutan The League of Extra Ordinary Gentlemen.

Kisah perkumpulan rahasia ini pada awalnya hanya beredar dari mulut ke mulut secara turun temurun. Lalu pada abad ke-19 dimunculkan ke permukaan oleh tulisan Louis Jacolliot dan Talbot Mundy. Pada tahun 1960, Louis Pauwels dan Jacques Bergier juga mengangkat mengenainya di buku mereka yang berjudul Morning of the Magicians. Dalam kultur yang lebih populer, Perkumpulan rahasia ini mengilhami pembuatan serial populer Heroes (dengan tokoh-tokohnya seperti Sylar, Hiro Nakamura, Peter Petrelli). Ini diakui oleh penulis dan produsernya.

Raja Asoka adalah raja dari wilayah India yang berasal dari dinasti Maurya dan juga cucu dari Chandragupta yang pertama kali menyatukan seluruh India. Dari kota Magada, ia memimpin kerajaannya menaklukan banyak wilayah di dunia.

Sebagai seorang raja yang masih muda, ia memiliki ambisi yang besar seperti leluhurnya. Salah satu bukti ambisinya adalah penaklukkan kerajaan Kalinga.

Ketika perang berlangsung, kerajaan Kalinga yang berusaha mempertahankan wilayahnya dari serbuan Asoka kehilangan 100.000 prajurit dalam sebuah pertempuran berdarah. Menyaksikan pembantaian tersebut, Asoka diliputi oleh rasa penyesalan mendalam dan memutuskan untuk menjalani hidup tanpa kekerasan. Jadi, Ia memutuskan untuk menerima ajaran Budha dan menjadi penganut yang setia. Kita mungkin sudah pernah mendengar kisah pertobatannya yang legendaris ini.

Raja Asoka yang sudah bertobat akhirnya bersumpah untuk mencegah umat manusia menggunakan kecerdasannya untuk tujuan jahat. Setelah itu, menurut legenda, Ia mendirikan sebuah perkumpulan yang terdiri dari sembilan pria untuk menjaga pengetahuan rahasia yang mereka miliki supaya jangan sampai jatuh ke tangan orang yang salah.

Maka dimulailah era pengetahuan rahasia di bawah pemerintahan dan pengawasan sang raja. Sejak itu hingga 2.000 tahun berikutnya, hasil penelitian seperti struktur materi, psikologi dan berbagai macam ilmu disembunyikan di dalam tirai yang bertopengkan sembilan pria yang dipercayakan dengan rahasia-rahasia besar ini, yaitu The Nine Unknown Men.


Masing-masing dari sembilan pria misterius tersebut diberi tanggung jawab untuk menjaga satu buku yang berbeda-beda. Bukan hanya diharuskan menjaga pengetahuan yang ada di dalam buku yang menjadi tanggung jawabnya, mereka juga diwajibkan untuk mengembangkan pengetahuan yang ada di dalamnya. Karena itu pengetahuan di dalam masing-masing buku itu berkembang dengan hebatnya hingga 2.000 tahun berikutnya.

Masing-masing buku tersebut memiliki bidang keilmuan yang berbeda-beda. Semuanya memiliki pengaruh luar biasa atas kehidupan umat manusia. Menurut kisah tradisional, sembilan buku tersebut memiliki subyek sebagai berikut :

1.Perang Propaganda dan Psikologi. Rahasia mengenai propaganda dan perang psikologis diaplikasikan dalam sekumpulan pesan yang dapat digunakan untuk mempengaruhi opini masyarakat luas. Teknik ini disebut sains yang paling berbahaya di dunia. Jika propaganda dan pengaruh yang diberikan telah membawa dampak, maka hal ini dapat membawa siapapun menjadi pemimpin atas seluruh dunia.2.Fisiologi. Yaitu ilmu yang mempelajari mekanisme, fisik dan fungsi bio kimia organisme hidup. Buku ini disebut memiliki instruksi bagaimana melakukan "Sentuhan kematian", yaitu pukulan yang dapat menyebabkan kematian akibat terbaliknya aliran darah ke syaraf. Menurut sebagian orang, cabang olahraga Judo tercipta akibat rahasia yang bocor dari buku ini.

3.Mikrobiologi. Beberapa spekulasi yang berkembang menyebutkan bahwa buku ini tidak terbatas pada topik mikrobiologi saja, melainkan juga bioteknologi. Dalam beberapa versi legenda, air sungai gangga disebut dimurnikan dengan mikroba tertentu yang telah didesain oleh "kelompok sembilan" dan dilepaskan ke sungai itu dari markas rahasia di Himalaya. Jadi para peziarah yang memiliki penyakit dan mandi di sungai ini tidak akan mempengaruhi peziarah yang sehat. Selain itu, kelompok sembilan ini dipercaya juga telah mengembangkan teknik Hidroponik dimana mereka dapat menumbuhkan sayur-sayuran yang dapat memberi makan penduduk pada masa kelaparan.

4.Alkemi. Buku ini disebut menyimpan pengetahuan mengenai alkemi seperti mengubah logam menjadi emas. Di India, ada rumor yang behembus kencang bahwa selama masa kekeringan melanda atau bencana alam lainnya, organisasi-organisasi keagamaan di sana biasanya akan menerima sumbangan emas dalam jumlah besar dari sumber tak dikenal. Rumor ini menjadi semakin misterius dengan adanya fakta bahwa jumlah emas di India ternyata melebihi jumlah kapasitas yang dapat dihasilkan pertambangan emas di wilayah itu.

5.Komunikasi. Termasuk kemampuan untuk berkomunikasi dengan ekstraterestrial.

6.Gravitasi. Buku ke-6 dari sembilan buku misterius ini sering disebut sebagai buku "The Vaiminaka Sastra" dimana di dalamnya disebut berisi instruksi untuk membuat Vimana, yang kita kenal juga sebagai "ufo masa purba dari India."

7.Kosmologi. Buku ini menyimpan pengetahuan bagaimana caranya bergerak dengan kecepatan cahaya melewati ruang dan waktu. Dengan kata lain, time travel atau perjalanan lintas waktu. Bahkan legenda menyebutkan bahwa bukan hanya perjalanan lintas waktu, melainkan juga perjalanan intra dan inter galaktik.

8.Cahaya. Buku ini membahas cara meningkatkan atau mengurangi kecepatan cahaya dengan tujuan untuk memanfaatkannya sebagai senjata.

9.Sosiologi. Di dalamnya terdapat pengetahuan untuk mengetahui arah peradaban dan bagaimana cara memprediksi keruntuhannya.

Rahasia-rahasia pengetahuan yang ada di dalam buku tersebut dijaga dengan ketat oleh kelompok sembilan, ketika satu diantara mereka menjelang ajal, mereka akan meneruskan tanggung jawab menjaga buku itu kepada orang berikutnya yang ditunjuk. Dengan demikian, rahasia besar yang ada di dalamnya akan terjaga dengan aman.


Walaupun kedengarannya mustahil, namun banyak yang percaya bahwa teknologi dari perkumpulan ini dapat dilbuktikan dengan penemuan-penemuan artefak misterius di India. Mungkin kita pernah mendengar pilar besi di Delhi yang telah berumur ribuan tahun dan tidak berkarat. Pilar itu disebut dibuat dengan menggunakan teknologi dari the Nine Unknown Men.

Lalu, spekulasi berkembang selama berabad-abad mengenai keanggotaan perkumpulan ini. Salah seorang ilmuwan India bernama Jagdish Chandra Bose yang juga pioner dalam penelitian optik radio dan microwave diduga sebagai salah satu anggotanya, atau paling tidak pernah menerima petunjuk dari salah satu anggota kelompok sembilan. Ilmuwan lain yang diduga sebagai anggotanya adalah Vikram Sarabhai, perintis program angkasa dan rudal pertahanan India.

Selain itu, ada dugaan kuat bahwa beberapa ilmuwan asing non India juga pernah menerima petunjuk atau pengetahuan dari The Nine Unknown Men. Dua orang diantaranya adalah Paus Silvester II dan Alexandre Emile John Yersin.

Paus Silvester II yang bernama asli Gerbert d'Aurilliac lahir tahun 920 Masehi. Selain seorang rohaniwan, ia juga seorang profesor di universitas Rheims. Konon sebelum ia menjadi Paus, ia pernah melakukan perjalanan ke India dimana ia memperoleh beberapa pengetahuan dan benda yang luar biasa. Salah satu benda yang di dapatnya adalah sebuah tiruan kepala manusia dari perunggu. Kepala perunggu ini bisa menjawab Ya atau Tidak jika diajukan pertanyaan.

Menurut Paus Silvester, kepala perunggu ini dioperasikan dengan menggunakan mekanisme perhitungan matematika. Jadi, jika kita membandingkannya dengan mesin modern, maka kepala perunggu itu sama dengan mesin modern sistem binari. Sayang kepala mekanis itu hancur setelah kematian Silvester II dan rahasia pengoperasiannya juga ikut hilang.

Selain Paus Silvester II, Alexander Emile John Yersin juga diduga pernah menerima petunjuk atau nasehat dari kelompok sembilan.

Pada tahun 1890, Yersin melakukan perjalanan ke Madras dan disana, ia diduga menerima instruksi yang memampukannya untuk membuat serum kolera. Serum ini akhirnya menyelamatkan penduduk Madras yang terserang wabah kolera.
Baca Selengkapnya >>